Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

Al-Hikam Pasal 9 Amal, Ahwal dan Warid

Al-Hikam Pasal 9  Amal, Ahwal dan Warid  “AHWAL AKAN MENENTUKAN A’MAAL” تَـنَوَّعَتْ أَجْنَاسُ اْلأَعْمَالِ لِـتَـنَوُّعِ وَارِدَاتِ اْلأَحْوَالِ  "Beragamnya jenis amal-amal itu disebabkan oleh beragamnya warid-warid (yang turun) pada ahwal-ahwal (hamba-Nya)."   Syarah Warid  adalah terminologi suluk yang banyak ditemukan dalam Al-Hikam. Makna sederhana  warid  adalah karunia Allah yang turun kepada seorang hamba. Proses turunnya  warid  terkait dengan kesiapan  qalb , dalam hal ini adalah kadar  ahwal  si hamba. Sebagai contoh, dalam Al-Quran Allah berfirman: وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا ... Tidak dianugerahkan (al-hasanah) itu melainkan kepada orang-orang yang sabar ...  – Q.S. Al-Fushilat [41]: 35   Dalam ayat di atas,  sabar  adalah  ahwal  si hamba, dan  al-hasanah  yang dianugrahkan merupakan  warid  yang Allah karuniakan. Namun dalam pasal i...

Al-Hikam Pasal 8 Amal, Berserah Diri dan Ma’rifat“KETIKA ALLAH MEMBUKA PINTU PERKENALAN”

Al-Hikam Pasal 8  Amal, Berserah Diri dan Ma’rifat “KETIKA ALLAH MEMBUKA PINTU PERKENALAN” إِذَا فَتَحَ لَـكَ وِجْهَةً مِنَ التَّعَرُّفِ فَلاَ تُبــَالِ مَعَهَا أِنْ قَلَّ عَمَلُكَ فَإِنَّـهُ مَا فَـتَـحَهَا لَكَ إِلاَّ وَهُوَ يُرِ يْدُ أَنْ يَـتَـعَرَّفَ إِلَيكَ. أَلَمْ تَـعْلَمْ أَنَّ الـتَّــعَرُّفَ هُوَ مُوْرِدُهُ عَلَيْكَ، وَاْلأَعْمَالُ أَنْتَ مُــهْدِ يْــهَا إِلَـيْهِ، وَأَيــْنَ مَا تُــهْدِ يْهِ إِلَـيْهِ مِمَّا هُـوَ مُوْرِدُهُ عَلَـيْكَ "Ketika Dia membukakan bagimu (suatu) Wajah Pengenalan, maka jangan engkau sandingkan (hadirnya) pengenalan itu dengan sedikitnya amal-amalmu; karena sesungguhnya Dia tidak membukakan pengenalan itu bagimu kecuali (bahwa) Dia semata-mata menginginkan untuk memperkenalkan (Diri-Nya) kepadamu. Tidakkah engkau mengetahui bahwa sesungguhnya (suatu) pengenalan itu (semata-mata) Dia yang menginginkannya atasmu, sedangkan amal-amal itu (semata-mata) suatu hadiah dari engkau kepada-Nya; maka tidaklah sebanding antar...

Nabi Muhammad adalah sebaik-baik manusia dalam penciptaan dan budi pekerti

Nabi Muhammad adalah sebaik-baik manusia dalam penciptaan dan budi pekerti, dan orang yang paling suka memberi petunjuk ke jalan yang benar. Budi pekertinya adalah Al-Quran, tabiatnya adalah pengampunan, pemberi nasihat kepada manusia dan gemar berbuat baik. Ia selalu memaafkan kesalahanmu jika berkaitan dengan haknya. Namun jika hak Allah yang dilanggar, tak seorang pun sanggup berdiri menentang kemarahannya. Siapa pun melihatnya, meski sepintas akan segan, dan jika orang miskin mengundangnya tentu didatanginya. Beliau selalu mengatakan kebenaran walaupun terasa pahit, dan tidak pernah menyimpan rahasia hati, menipu serta membahayakan orang-orang Islam. Siapa pun yang melihat wajahnya akan segera tahu bahwa beliau bukanlah seorang penipu. Beliau bukan pula seorang pengumpat dan pencela. Jika sedang gembira, wajahnya bagaikan belahan rembulan. Dan bila berbicara dengan manusia, seolah-olah mereka tengah memetik buah yang manis. Apabila beliau tersenyum, senyumnya sesejuk butiran embun....

Awal Penciptaan

Permulaan penciptaan Semoga Allah s.w.t memberikan kamu kejayaan di dalam amalan-amalan kamu yang disukai-Nya dan Semoga kamu memperolehi keredaan-Nya. Fikirkan, tekankan kepada pemikiran kamu dan fahamkan apa yang aku katakan. Allah Yang Maha Tinggi pada permulaannya menciptakan cahaya Muhammad daripada cahaya suci Keindahan-Nya. Dalam hadis Qudsi Dia berfirman: “Aku ciptakan ruh Muhammad daripada cahaya Wajah-Ku”. Ini dinyatakan juga oleh Nabi Muhammad s.a.w dengan sabdanya: “Mula-mula Allah ciptakan ruhku. Pada permulaannya diciptakan-Nya sebagai ruh suci”. “Mula-mula Allah ciptakan qalam”. “Mula-mula Allah ciptakan akal”. Apa yang dimaksudkan sebagai ciptaan permulaan itu ialah ciptaan hakikat kepada Nabi Muhammad s.a.w, Kebenaran tentang Muhammad yang tersembunyi. Dia juga diberi nama yang indah-indah. Dia dinamakan nur, cahaya suci, kerana dia dipersucikan dari kegelapan yang tersembunyi di bawah sifat jalal Allah. Allah Yang Maha Tinggi berfirman: “Sesungguhnya telah datang kepa...

Al-Hikam Pasal 7 Cahaya Basirah dan Cahaya Sirr“ JANGAN MERAGUKAN JANJI ALLAH”

Al-Hikam Pasal 7  Cahaya  Basirah  dan Cahaya  Sirr “JANGAN MERAGUKAN JANJI ALLAH” لاَ يـُشَـكِّكَــنَّكَ فيِ الْـوَعْدِ عَدَمُ وُقُــوْعِ الْـمَـوْعُـوْدِ ، وَ إِنْ تَـعَـيَّنِ زَمَنُهُ ؛ لِئَـلاَّ يـَكُوْنَ ذَ لِكَ قَدْحًـا فيِ بَـصِيْرَ تِـكَ ، وَ إِخْمَـادً ا لِـنُورِ سَرِ يـْرَ تِـكَ   "Janganlah karena tiadanya pemenuhan atas apa-apa yang dijanjikan, padahal telah jatuh waktunya, membuatmu ragu terhadap janji-Nya; agar yang demikian itu tidak menyebabkan bashirah-mu buram dan cahaya sirr-mu padam!"   Syarah Dalam Al-Quran, ada sebuah hikmah dari kisah Nabi Ibrahim a.s. dan istrinya Siti Sarah. Ibrahim a.s. senantiasa berdoa agar dikaruniai keturunan, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surah Ash-Shaaffaat [37]: 100: “ Rabbii hablii minash-shaalihiin. ” Tatkala datang dua malaikat yang memberi kabar gembira akan lahirnya Ishaq a.s., Siti Sarah digambarkan “tersenyum keheranan” (Q.S. Huud [11]: 72-73 ), atau “memekik” (Q.S. Adz Dzaariyaat [5...

Perkawinan Sebagai Pendorong Atau Penghalang Dalam Kehidupan Keagamaan

Perkawinan Sebagai Pendorong Atau Penghalang Dalam Kehidupan Keagamaan Perkawinan memainkan peran yang besar dalam kehidupan manusia, sehingga ia perlu diperhitungkan dalam membahas soal kehidupan keagamaan dan dibicarakan dalam dua aspeknya, yaitu keuntungan dan kerugiannya. Mengetahui bahwa Allah, sebagaimana kata al-Qur'an, "Hanya menciptakan manusia dan jin untuk beribadah," maka keuntungan yang pertama dan nyata dalam perkawinan adalah bahwa para penyembah Allah menjadi makin banyak jumlahnya. Oleh karena itu, para ahli ilmu kalam telah menyusun seuntai pepatah: lebih baik tersibukkan dalam tugas-tugas perkawinan daripada dalam ibadah-ibadah sunnah. Keuntungan lain daripada perkawinan adalah sebagaimana disabdakan oleh Nabi: "Doa anak-anak bermanfaat bagi orang tuanya jika orang tuanya itu telah meninggal, dan anak-anak yang meninggal sebelum orang tuanya akan memintakan ampun bagi mereka di Hari Pengadilan." Sabda Nabi pula: "Ketika seorang anak diper...

Urgensi mengajarkan ilmu

Ayat-ayat yang menerangkan keutamaan mengajar, yaitu firman Allah 'Azza wa Jalla :   وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ (Wa liyundziruu Qaumahum idzaa raja'uu ilaihim la'allahum yah-dzaruun)   Artinya :"Supaya mereka dapat memberikan peringatan kepada kaumnya bila telah kembali kepada mereka. Mudah-mudahan mereka berhati hati (menjaga dirinya)".(S. At-Taubah, ayat 122).   Yang dimaksud ialah mengajar dan memberi petunjuk.   Dan firman Allah Ta'ala :   وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ وَلا تَكْتُمُونَهُ (Wa-idz akhadzallaahu miitsaaqalladziina uutul kitaaba latubayyi-nunnahu linnaasi walaa taktumuunahu). S. Aali 'Imraan, ayat 187.    Artinya :"Tatkala diambil oleh Allah akan janji dari mereka yang diberikan Kitab supaya diterangkannya kepada manusia dan tidak disembunyikannya". (S. Ali 'imran, ayat 187).   *Ini membuktikan akan kewaji...

Urgensi ilmu agama

Ayat-ayat yang menerangkan keutamaan belajar yaitu firman Allah Ta'ala :   فَلَوْلا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ   (Falaulaa nafara min kulli firqatin minhum thaaifatun liyatafaqqa- huu fiddiin). Artinya :"Mengapa tidak pula berangkat satu rombongan dari tiap-tiap golongan itu untuk mempelajari perkara agama". (S. At-Taubah, ayat 122).     Dan firman Allah 'Azza wa Jalla : فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ (Fas-aluu ahladz dzikri in kumtum laa ta'lamuun). Artinya :"Maka bertanyalah kamu kepada ahli ilmu jika kamu tidak tahu".(S.An-Nahl, ayat 43).   Adapun hadits Nabi صلى الله عليه وسلم diantara lain sabdanya : فقوله صلى الله عليه وسلم : من سلك طريقا يطلب فيه علما سلك الله به طريقا إلى الجنة. (Man salaka thariiqan yathlubu fiihi 'ilman salakallaahu bihi tharii- qan ilal jannah).   Artinya :"Barangsiapa menjalani suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka dianugerahi...

Kelebihan Ilmu

Kelebihan Ilmu بسم الله الرحمٰن الرحيم كتاب العلم وهوالكتاب الأول من ربع العبادات     Dalil-dalilnya dari Al-Qur'an, ialah firman Allah swt. :   شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ وَالْمَلائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ Syahidallaahu annahuu laa ilaaha illaa huwa wal malaaikatu waulul 'ilmi qaaiman bil qis-thi.   Artinya :"Allah mengakui bahawa sesungguhnya Tiada tuhan selaindaripadanya,Dan Malaikat Malaikat Mengakui, Dan Orang orang Berilmu ". S Ali Iimran ayah 18   Maka lihatlah, betapa Allah swt. memulai dengan diriNya sendiri dan menduai dengan malaikat dan menigai dengan ahli ilmu.   Cukuplah kiranya dengan ini, buat kita pertanda kemuliaan,kelebihan, kejelasan, dan ketinggian orang-orang yang berilmu.   Pada ayat lain Allah swt. Berfirman :   يَرْفَعِاللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ Yarfa'illaahul ladziina aamanuu minkum wal ladziina uutul 'ilmadarajaat. S....