Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

BAB PERTAMA BAGIAN PERTAMA IHYA 'ULUMIDDIN

BAB PERTAMA BAGIAN PERTAMA  إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ (Inna fii riftaalika ladzikraa Iiman kaana lahuu qalb). "Sesungguhnya hal yang demikian itu menjadi pengajaran bagi siapa yang mempunyai hati (pengertian)(S. Qaaf, ayat 37),     بسم الله الرحمٰن الرحيم أحمده الله أولاً حمداً كثيراً متوالياً، وإن كان يتضاءل دون حق جلاله حمد الحامدين   Pertama-tama, aku memuji Allah, pujian yang banyak, berturut- turut, walaupun amat kecil pujian pemuji-pemuji itu, kurang dari hak keAgunganNya.   Kedua, aku bersalawat dan mengucapkan salam kepada Rasul-rasul- Nya, salawat yang meratai Rasul-rasul yang lain, bersama penghulu ummat manusia.   Ketiga, aku memohonkan kebajikan kepada Allah Ta'ala, tentang membangkitnya cita-citaku, mengarang sebuah kitab, tentang "Menghidupkan Kembali ilmu-ilmu Agama" (Ihya' Ulumiddin).   Keempat, aku menantang, untuk memotong kesombonganmu, hai pencela, yang m...

Burdah al Bushiri (bag 1)===================Cinta Sang Kekasih

Burdah al Bushiri (bag 1) =================== Cinta Sang Kekasih =================== Apakah karena Mengingat Para kekasih di Dzi Salam. Kau campurkan air mata di pipimu dengan darah.  Ataukah karena angin berhembus dari arah Kazhimah. Dan kilat berkilau di lembah Idlam dalam gulita malam.  Mengapa bila kau tahan air matamu ia tetap basah. Mengapa bila kau sadarkan hatimu ia tetap gelisah.  Apakah sang kekasih kira bahwa tersembunyi cintanya. Diantara air mata yang mengucur dan hati yang bergelora.  Jika bukan karena cinta takkan kautangisi puing rumahnya. Takkan kau bergadang untuk ingat pohon Ban dan ‘Alam.  Dapatkah kau pungkiri cinta, sedang air mata dan derita. Telah bersaksi atas cintamu dengan jujur tanpa dusta.  Kesedihanmu timbulkan dua garis tangis dan kurus lemah. Bagaikan bunga kuning di kedua pipi dan mawar merah.  Memang terlintas dirinya dalam mimpi hingga kuterjaga. Tak hentinya cinta merindangi kenikmatan dengan derita.  Maafku unt...

Al-Hikam Pasal 6 Doa dan Ijabah “RIDHO DENGAN PILIHAN ALLAH”

  Al-Hikam Pasal 6  Doa dan Ijabah “RIDHO DENGAN PILIHAN ALLAH” لاَ يَــكُنْ تَــأَخُّرُ أَ مَدِ الْعَطَاءِ مَعَ اْلإِلْـحَـاحِ فيِ الدُّعَاءِ مُوْجِـبَاً لِـيَأْسِكَ؛ فَـهُـوَ ضَمِنَ لَـكَ اْلإِجَـابَـةَ فِيمَا يَـخْتَارُهُ لَـكَ لاَ فِيمَا تَـختَارُ لِـنَفْسِكَ؛ وَفيِ الْـوَقْتِ الَّـذِيْ يُرِ يـْدُ لاَ فيِ الْـوَقْتِ الَّذِي تُرِ يدُ   "Janganlah karena keterlambatan datangnya pemberian-Nya kepadamu, saat engkau telah bersungguh-sungguh dalam berdoa, menyebabkan engkau berputus asa; sebab Dia telah menjamin bagimu suatu ijabah (pengabulan doa) dalam apa-apa yang Dia pilihkan bagimu, bukan dalam apa-apa yang engkau pilih untuk dirimu; dan pada waktu yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau kehendaki."   Syarah Doa adalah sebuah bentuk ibadah. Dan dalam Al-Quran, Allah memerintahkan kepada kita untuk berdoa kepada-Nya—dan Dia Ta’ala pasti kabulkan. وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, nis...

Al-Hikam Pasal 5 Bashirah “TANDA MATA HATI YG BUTA”

Al-Hikam Pasal 5 Bashirah “TANDA MATA HATI YG BUTA” اِجْتِهَادُكَ فِيمَا ضُمِنَ لَكَ، وَ تـَقْصِيْرُكَ فِيمَا طُلِبَ مِنْكَ، دَ لِيلٌ عَلَى انـــْطِمَاسِ الْــبَصِيْرةِ مِنْكَ "Kesungguhanmu pada apa-apa yang telah Dia Ta’ala jamin bagimu, dan kelalaianmu pada apa-apa yang Dia Ta’ala tuntut darimu, merupakan bukti atas lenyapnya  bashirah  darimu!"   Syarah Bashirah adalah istilah teknis agama untuk "mata hati" yang memiliki fungsi spesifik. Di dalam Al-Quran terdapat banyak kata tentang  "bashirah" , misalkan dalam Surah Al-Israa' [17]: 72 dikatakan,  "Dan barangsiapa yang buta (a'maa) di dunia, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta dan lebih tersesat jalannya" . Atau dalam ayat lain disebutkan: خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ Allah telah mengunci-mati qalb-qalb mereka dan telinga-telinga mereka, dan bashirah-basirah mereka ditutup. Dan bagi mereka s...

Tempat roh-roh dalam badan

Tempat roh-roh dalam badan Tempat roh manusia, roh kehidupan, di dalam badan ialah dada. Tempat ini berhubung dengan pancaindera dan deria-deria. Urusan atau bidangnya ialah agama. Pekerjaannya ialah mentaati perintah Allah. Dengan peraturan-peraturan yang ditentukan-Nya, Allah memelihara dunia nyata ini dengan teratur dan harmoni. Roh itu bertindak menurut kewajipan yang ditentukan oleh Allah, tidak menganggap perbuatannya sebagai perbuatannya sendiri kerana dia tidak berpisah dengan Allah. Perbuatannya daripada Allah; tidak ada perpisahan di antara ‘aku’ dengan Allah di dalam tindakan dan ketaatannya. “Barangsiapa percaya akan pertemuan Tuhannya hendaklah mengerjakan amal salih dan janganlah ia sekutukan sesuatu dalam ibadat kepada Tuhannya”.  (Surah Kahfi, ayat 110).  Allah adalah esa dan Dia mencintai yang bersatu dan satu. Dia mahu semua penyembahan dan semua amal kebaikan, yang Dia anggap sebagai pengabdian kepada-Nya, menjadi milik-Nya semata-mata, tidak dikongsikan den...

Al-Hikam Pasal 4 Istirahatkan Dirimu dari Pengaturan “JANGAN IKUT MENGATUR”

أَرِحْ نــَفْسَـكَ مِنَ الـتَّدْبِــيْرِ، فَمَا قَامَ بِـهِ غَيْرُ كَ عَـنْكَ لاَ تَـقُمْ بِـهِ لِنَفْسِكَ "Istirahatkan dirimu dari  tadbiir  (melakukan pengaturan-pengaturan)! Maka apa-apa yang selainmu (Allah) telah melakukannya untukmu, janganlah engkau (turut) mengurusinya untuk dirimu."   Syarah Tanpa kita sadari, banyak hal yang telah Allah atur untuk diri kita. Jaringan syaraf yang terus bekerja, paru-paru yang memompa udara, oksigen yang kita hirup dengan leluasa, rizki yang kita makan, dan banyak hal lain yang sesungguhnya telah Allah atur untuk setiap manusia. Maka kita tidak perlu terlalu khawatir, takut, turut serta melakukan pengaturan untuk diri kita sendiri, dan bertawakallah! Sebagaimana firman-Nya: وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَ‌ىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَ‌كَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْ‌ضِ وَلَـٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ   Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah K...

Al-Hikam Pasal 3 Himmah dan Qadar“KEKUATAN TAQDIR”

سَـوَ ابِـقُ الْهِمَمِ لاَ تَخـْرِقُ أَسْوَارَ اْلأَقْدَارِ "Kekuatan  himmah-himmah  tidak akan mampu mengoyak tirai  qadar-qadar ."   Syarah Sebagaimana telah dijelaskan dalam  Al-Hikam Pasal 2 ,   himmah   adalah sebuah tarikan ke atas, keinginan menuju Allah, merupakan lawan kata dari   syahwat . Adapun pengertian   sawaabiqu   (dari akar kata   sabaqa ) bermakna kekuatan atau perlombaan—satu akar kata dengan istilah   musabaqah . Pengertiannya adalah bahwa sekalipun seseorang memiliki   himmah  yang sangat kuat, namun pencapaian dalam bersuluk itu sudah ditentukan kadarnya, porsinya, dan waktunya. Segala sesuatu sudah ditentukan takdirnya. Bersuluk itu pada intinya adalah berserah diri kepada Allah; pencapaian dalam jalan suluk tidak dapat dipercepat maupun diperlambat. kekeramatan atau kejadian-kejadian yang luar biasa dari seorang wali itu, tidak dapat menembus keluar dari takdir, maka segala apa yang...

‎الإِخلاص

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله - صلى الله عليه وسلم -، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله وبعد: فإِنّ أعظم الأصول المهمة في دين الإِسلام تحقيق الإِخلاص لله تعالى في جميع العبادات، قال بعضهم: الإِخلاص هو ألا تطلب على عملك شاهدًا غير الله تعالى، ولا مجازٍ سواه (¬1). قال أبو عثمان سعيد النيسابوري: صدق الإخلاص نسيان رؤية الخلق لدوام النظر إلى الخالق، والإخلاص: أن تريد بقلبك وعملك وفعلك رضا الله تعالى خوفًا من سخط الله كأنك تراه بحقيقة عملك بأنه يراك حتى يذهب الرياء عن قلبك، ثم تذكر منّة الله عليك إذ وفقك لذلك العمل حتى يذهب العجب من قلبك وتستعمل الرفق في عملك حتى تذهب العجلة من قلبك. وقال رسول الله - صلى الله عليه وسلم -: «مَا جُعِلَ الرِّفقُ فِي شَيءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَمَا نُزِعَ مِن شَيءٍ إلاَّ شَانَهُ» (¬2). والعجلة اتّباع الهوى، والرفق اتّباع السنة، فإذا فرغت من عملك وجل قلبك خوفًا من الله أن يردّ عليك عملك فلا يقبله منك. قال الله تعالى: {وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آَتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ} [المؤمنون: ...

Al-Hikam Pasal 2 Syahwat dan Himmah “TAJRID dan KASAB”

Al-Hikam Pasal 2 Syahwat dan Himmah “TAJRID dan KASAB” إِرَ ادَ تُــكَ الـتَّجْرِ يْدَ مَـعَ إِقَامَـةِ اللَّهِ إِ يَّـاكَ فيِ اْلأَسْبَابِ مِنَ الشَّـهْـوَ ةِ الْخَفِـيـَّةِ. وَ إِرَادَ تُـكَ اْلأَسْبَابَ مَعَ إِقَامَةِ اللَّهِ إِ يَّـاكَ فيِ الـتَّجْرِ يْدِ اِنحِطَاطٌ مِنَ الْهِمَّةِ الْعَـلِـيـَّةِ "Keinginanmu untuk  tajrid , sementara Allah masih menegakkan engkau di dalam  asbab , merupakan  syahwah  yang tersamar (halus). Dan keinginanmu kepada  asbab , pada saat Allah sudah menegakkan engkau dalam  tajrid , merupakan suatu kejatuhan dari  himmah  yang tinggi."   Syarah Dalam pasal ini, Ibnu Atha’illah menggunakan beberapa istilah baku dalam khazanah sufi, yang harus dipahami terlebih dahulu agar mendapatkan pemahaman yang utuh. Istilah-istilah itu adalah:  tajrid ,  asbab ,  syahwat  dan himmah . Tajrid  secara bahasa memiliki arti: penanggalan, pelepasan, atau pemurnian. Secara maknawi adalah p...

Rukhshoh Seorang Musafir

Keringanan sholat di dalam perjalanan Dalam bepergian, ada beberapa keringanan (rukhsah) dalam beribadah yang diberikan oleh agama kita untuk meringankan dan memudahkan pelaksanaannya. Salah satu keringanan tersebut adalah pelaksanan ibadah sholat dengan cara qashar (dipendekkan) dan dengan cara jamak (menggabung dua sholat dalam satau waktu). Dengan demikian pelaksanaan sholat dalam perjalanan, atau disebut "sholatus safar", dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut : 1. Itmam, atau sempurna yaitu dilakukan seperti biasanya saat dirumah. 2. Qashar, yaitu sholat yang semestinya empat rakaat diringkas atau dipendekkan menjadi dua roka'at. 3. Jama', yaitu mengumpulkan dua sholat, Dhuhur dengan Ashar atau Maghrib dengan Isya', dalam salah satu waktunya.

Al-Hikam Pasal 1 Bersandar pada Amal

مِنْ عَلاَ مَةِ اْلاِعْـتِــمَادِ عَلَى الْعَمَلِ، نُقْصَانُ الرَّجَاءِ عِنْدَ وُجُـودِ الزَّ لــَـلِ "Di antara tanda-tanda orang yang senantiasa bersandar kepada amal-amalnya, adalah kurangnya  ar-raja’  ( rasa harap  kepada rahmat Allah) di sisi alam yang fana."   Syarah Ar-raja  adalah istilah khusus dalam terminologi agama, yang bermakna pengharapan kepada Allah Ta'ala. Pasal  Al-Hikam  yang pertama ini bukan ditujukan ketika seseorang berbuat salah, gagal atau melakukan dosa. Karena  ar-raja lebih menyifati orang-orang yang mengharapkan kedekatan dengan Allah, untuk  taqarrub . Kalimat " wujuudi zalal ", artinya segala wujud yang akan hancur, alam fana. Menunjukkan seseorang yang hidup di dunia dan masih terikat oleh alam hawa nafsu dan alam syahwat. Itu semua adalah  wujud al-zalal , wujud yang akan musnah. Seorang mukmin yang kuat tauhidnya, sekalipun masih hidup di dunia dan terikat pada semua wujud yang fana, namun harapannya s...

Pentingnya menjaga ilmu

والعلم صيد والكتاب قيده ، قيد صيودك بالحبال الوثيقة   Ilmu ibarat hewan buruan sedangkan buku catatan sebagai pengekangnya,  maka ikatlah hewan buruanmu itu dengan tali ikatan yang kuat 

Keutamaan orang yang berilmu

فضل العالم على العابد كفضل القمر على سائر الكواكب Keutamaan orang yang berilmu atas orang yang ahli ibadah seperti rembulan atas beberapa bintang

Syarat menuntut ilmu

Mengenai hal ini, Syaikh Az-Zarnuji di dalam kitabnya tersebut menuliskan sebuah syair dari Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu., dua bait syair yang artinya: “Ingatlah! Engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan memenuhi enam syarat. Saya akan beritahukan keseluruhannya secara rinci. Yaitu: Kecerdasan,  kemauan,  sabar,  biaya, bimbingan guru dan waktu yang lama.”

Motivasi belajar

تعلّم فإن العلم زين لأهله وفضل وعنوان لكل محامد Belajarlah, ilmu adalah perhisan indah bagi pemiliknya, dan keutamaan baginya serta tanda setiap hal yang terpuji

Esensi belajar

Belajar [al ta'allum] merupakan suatu usaha [takalluf] untuk menggali dan mengenali  potensi yang ada dalam setiap individu manusia.    Belajar [learning] ;  ''Any process in an organism in which a relatively long-lasting adaptive behavioral change occurs as the result of experience''   Semua proses dalam organisme yang tingkah laku adaptasi jangka panjang berubah karena hasil dari pengalaman [Wikidata].